Hari ini hari terakhir kami berada di pulau luar terindah ketempat di dunia ini. Kemarin, kami sudah booking travel untuk tour ke big buddha, phuket town, old city, wat chalong, danterakhir melihat sunset di promthep cape. Dengan membayar 600 baht per orang, menurut kami ini cukup murah. Kami akan dijemput pada pukul 14.00. Jadi, pada pagi hari, kami masih punya waktu untuk jalan ke pantai atau belanja ke carefour. Sebagian teman saya memilih berenang di hotel, sebagian belanja ke carefour yang katanya memang harga souvenirnya miring, sedangkan saya memilih berenang di pantai patong. Saya sangat menikmati hari terakhir saya di phuket, suasana pantai cukup ramai, terlihat beberapa orang berjemur sambil membaca buku, sebagian menikmati ombak dengan surfing. Setelah puas main di pantai, saya pulang ke hotel dilanjutkan dengan berenang di kolam renang hotel, haha.
Pukul menunjukkan 12.00 siang, kami segera bersiap-siap untuk dijemput dan menikmati hari ini. Kami dijemput oleh seorang bapak setengah baya dan kurang bisa berbahasa inggris, jadi kalau berbicara dengannya hanyalah berbicara isyarat. Tujuan pertama kami, ke pusat kaos khas thailand, seperti dagadu, nah kami disambut dengan ramah, dan berbahasa indonesia. Ini yang membuat kami kaget. Ternyata salah satu SPG nya pernah bekerja di Malaysia dan Indonesia, hem pantas Indonesia nya lancar sekali. “Saya suka dengan Indonesia,” kata salah satu SPG. Namun, tak lama sebelum kami pulang, ada turis lain dari asia juga, dan disambut dengan bahasa mereka pula. Wah, strategi marketing yang unik. Puas belanja kaos, kami menuju ke kota tua, bangunan-bangunan lama khas china berderet rapi dan terawat. Jauh sekali bila dibandingkan dengan kota tua di jakarta, kumuh dan terabaikan. Kami berfoto sebentar.
Setelah itu, kami diantar ke pusat oleh-oleh makanan, yaitu nut factory dimana disitu terdapat pabrik olahan kacang mede, manisan, dll.
Kemudian kami menuju pusat jewelry, dan coffee break, kami disediakan minuman teh, kopi, dsb.
Setelah puas, kami langsung menuju wat chalong, yaitu semacam candi khas buddha dengan tembok dan kubah berlapis emas, disini terdapat beberapa candi/temple sehingga seperti komplek, sebenarnya kita bisa masuk ke dalamnya, tapi sayang kami terlambat, gerbang ke temple sudah di tutup saat kami tiba disana. Jadi, kami hanya berputar sebentar dan mengabadikan diri.
Sekarang, saatnya tujuan utama kita. Big Buddha. Big buddha adalah patung buddha super besar yang dibangun di puncak bukit di wilayah wat chalong, tak jauh dari temple tadi, kami menanjak berliku-liku ke arah bukit. Proses pembuatan big buddha belum sempurna, masih dalam proses renovasi dan pembangunan sana sini untuk memanjakan pengunjung baik untuk berdoa maupun sekedar melihat-lihat. Dari puncak/big buddha kita bisa melihat pemandangan cantik pulau phuket yang terkenal dengan nama view point. Kami betah sekali disini, karena suasananya sejuk, tentram dan dikelilingi suasana yang menakjubkan. Di sisi kanan patung big buddha terdapat perkampungan biksu, saya sempat melongok penasaran melihatnya. Tampak begitu bersih dan asri di sekitar perumahan biksu.
Puas melihat-lihat dan berfoto-foto, kami langsung menuju tempat tujuan terakhir, karena matahari sudah hampir terbenam, kami pun bergegas. Promthep cape, adalah titik terindah tempat untuk melihat sunset, konon katanya kalau turis belum kesini maka belum dikatakan ke phuket. Julukan lain tempat ini adalah ujung dunia. Dimana kita melihat matahari dari puncak bukit. Foto di brosur ternyata tak berbohong, disini memang luar biasa cantik, tapi sekali lagi, sayang sekali, matahari masih malu-malu menunjukkan sinarnya, kami hanya melihat secercah semburatnya tanpa melihat sang surya utuh menyinari bumi thailand. Tapi sungguh, pemandangannya tetap luar biasa indah. Banyak pasangan mengabadikan gambarnya di tempat ini untuk prewedding photo nya. Salah satu pasangan tersebut dari Indonesia, karena terdengar bahasa yang tak asing ketika mereka mengobrol. Wuiii bikin ngiri aja, honeymoon disini ya? hehe. Tak terasa hari pun gelap, kami pun pulang ke hotel.