Oke, hari ke tiga di phuket merupakan hari favorit kami juga. Hari ini kami memutuskan untuk tidak ikut tur apapun, karena kami masih sedikit trauma dengan ombak yang membuai kami hingga mabuk. Jadi, rencana hari ini adala sewa motor. Yeaayy. Kami turun dari hotel dan survey harga dengan beberapa tempat penyewaan motor. Ada banyak tempat penyewaan motor dengan beragam jenis motor, tadinya kami ingin naik scoopy, tapi ternyata harganya lebih mahal sekitar 200 baht perhari. Akhirnya kami mengambil yang termurah yaitu tepat di depan hotel seharga 140 baht 1 motor selama 24 jam. Termasuk murah, karena kami naiknya berdua, jadi masing masing orang hanya mengeluarkan 70 baht untuk keliling pulau dengan motor. Passport kami ditahan dan kita bisa membawa motor itu kemana saja tanpa stnk, hehe.
Berbekal peta dan kebersamaan, tujuan pertama kami tadinya ke big buddha, patung buddha superbesar di puncak bukit, tapi setelah dipikir-pikir, sepertinya jauh dan takut nyasar. Jadilah, kami pergi ke pantai patong utnuk water sport. Kami berhenti di ujung panta dan langsung diserbu oleh anak anak pantai, hulaaa. Mereka menawarkan berbagai macam water sport seperti jetski, banana boat, atau paracailing. Paracailing 1000 baht, jetski 800 baht. Hanya 6 teman saya yang main jetski, karena saya takut dengan ombak tinggi, hiiy. Jadi saya memutuskan untuk menyaingi bule-bule seksi yang berjemur di kursi malas. Hehe. Saya menikmati angin, matahari, bau asin, dan berbagai bahasa yang terdengar di kuping saya.
Oya, Hari itu adalah hari pertama bulan ramadhan, tapi saya tidak puasa karena kesiangan sahur, heuheu. Jadi, sambil menunggu teman-teman bermain, saya berjalan sendirian mencari nasi-red makanan pokok. Saya mencari rumah makan india atau arab yang menyediakan nasi, cukup jauh dan saya menemukannya di dalam gang sempit tapi restorannya cukup bagus dan harganya juga agak mahal. Ssstt ini pengalaman yang luar biasa bagi saya, berjalan sendirian di negara orang, tidak tau jalan, english pas-pasan, pake jilbab pula (hah? Hubungannya?) haha. Banyak yang menyapa saya dengan assalamuaalaikum, tapi dengan halus (tidak seperti di indonesia kebanyakan, isengnya) dan semua yang menyapa saya selalu mengira saya dari malaysia, tentu saja saya menjawab dengan cepat kalau saya dari Indonesia. Setelah mendapatkan nasi, teman-teman saya pun selesai bermain, saya menyempatkan diri untuk main ombak disini, wuhuu, kita menari di atas ombak. Kemudian tak lama kembali ke hotel.
Wuup, ternyata sesampai di hotel hujan turun cukup deras dan membuat jalan-jalan kami tertunda. Setelah solat ashar, kami pun melanjutkan jalan-jalan keliling pulau. Tapi, sebelumnya kami booking paket tur-darat buat besok persis di depan hotel. Setelah itu kami menyusuri jalan yang tak tentu, yang penting jalan-jalan! Lalu, kami singgah ke toko/pasar di pinggir pantai, toko-toko ini sekilas seperti malioboronya jogja, sepanjang jalan dipenuhi toko baju, cinderamata, aksesoris,restoran, dll. Kami memarkir motor di pinggir jalan. Oya, disini tidak perlu takut maling motor, yang penting kita parkir pada tempatnya, dan juga tidak ada tukang parkir, alias gratees. Kami pun berbelanja oleh-oleh sampai malam.
Kami kemudian main di pantai menikmati sunset, tapi mataharinya malu-malu, agak mendung juga, lalu kami pun sempat mampir ke McD numpang berteduh dan membeli eskrim, karena malamnya gerimis. Setelah reda, kami kembali ke hotel untuk mandi. Malamnya, kami melanjutkan perjalanan kami, tanpa lelah.hihi. Tujuan kami sekarang adalah bangla road. Bangla road adalah jalanan khusus untuk pejalan kaki, motor dan mobil tidak boleh melintas disitu. Di sepanjang jalan terdapat bar-bar, band performance, striptease, pusat waria! Tadinya saya penasaran dengan apa yang ada disini, hasilnya saya merinding saat mulai masuk ke jalananya. Musik berdentum keras, laki-perempuan, perempuan-laki, laki-laki,perempuan-perempuan, berpasang-pasangan, payudara, paha, bottom, semua campur aduk disini membuat saya pusing. Tapi ini realita unik yang baru pernah saya temui, hehe. Kami sempat berfoto-foto, kemudian memotret suasana, memotret penari striptease, memotret apa saja. Waria disini cantik luar biasa, mengalahkan wanita tulen, dengan body aduhai, rambut hitam panjang dan kaki mulus, sulit membedakan mana wanita tulen dengan waria disini. Teman saya sempat berfoto dengan salah satu waria cantik disini dengan membayar 100 baht per orang, daaaannn waria itu menarik tangan teman saya untuk memegang payudaranya.
to be continue....
Tidak ada komentar:
Posting Komentar